Jumat, 04 Maret 2011
Terima kasih Tuhan, terima kasih Mama, terima kasih Teman-teman, terima kasih Wendy, terima kasih Tante Amiko, terima kasih Anak Tante Amiko, terima kasih abang yang jaga warnet, terima kasih paket malam, terima kasih semuanya...
Akhirnya Blog yang saya buat selesai, hanya dengan modal Rp.10.0000,00* !!
Awalnya saya hanya mencoba-coba saja, tapi pada akhirnya saya sendiri yang di coba-coba (eh) dan terbentuklah Blog yang seperti ini...
Saya sendiri juga bingung apa maksudnya Blog yang saya buat ini, tapi saya tetap akan berusaha untuk membuat Blog ini menjadi bermanfaat bagi kita semua...
Bila ada kritikan atau saran silahkan daftarkan diri anda eh, maksudnya email ke kevin_jazz@windowslive.com (email saya)...
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya semoga Blog saya bisa bermanfaat bagi anda, kencangkan sebuk pengaman dan kita telusuri Dunia !!
*Ongkos paket malem diwarnet
Suatu keinginan yang sangat kuat bisa menjadi dorongan untuk kita sendiri, tapi kalau tidak diusahakan dan disertai dengan doa kita tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dan anak kecil pun tahu itu...
Buku Republik Kelekak Diluncurkan
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG ‑ Buku Ngenjungak Republik Kelekak karya Fithrorozi akhirnya resmi diluncurkan di Gedung Serba Guna Pemkab Belitung, Sabtu (12/2). Selain peluncuran buku, dalam acara ini juga dilakukan bedah buku karangan Fithrorozi tersebut.
Hadir dalam peluncuran dan bedah buku karangan Fithrorozi ini antara lain Bupati Belitung H Darmansyah Husein, Wakil Bupati Belitung H Sahani Saleh, mantan Bupati Belitung Isyak Zainuddin, Sekda Kabupaten Belitung Abdul Fatah serta undangan.
Buku ini berisikan kumpulan cerita pendek yang biasa terbit di Harian Pagi Pos Belitung setiap hari Minggu dalam rubrik Ngenjungak. Isinya memuat 84 cerita pendek yang dikelompokkan menjadi beberapa tema, antara lain Mergige, Ngenangkan Suke Idup de Kampong, Beguru kan Alam, Teraling, dan sebagainya.
Peluncuran ditandai dengan prosesi nyingkapkan langse (menyibakkan tirai‑red) oleh Bupati Belitung H Darmansyah Husein dan Fithrorozi.
“Saya sangat mengapresiasi buku ini. Mudah‑mudahan buku Ngenjungak Republik Kelekak ini menjadi dokumentasi penting dan pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya generasi muda. Dan mudah-mudahan menjadi inspirasi orang Belitung,” kata H Darmansyah Husein dalam sambutannya.
Peluncuran buku juga diramaikan dengan prosesi ‘pelantikan Menteri Republik Kelekak’ oleh Ketua Lembaga Adat Belitong H Sjahroelsiman. Adapun ‘menteri’ Republik Kelekak adalah Kik Manggong (penjual kerajinan Belitong dengan bersepeda sejak puluhan tahun lalu) sebagai ‘Menteri Koordinator Kesejahteraan’, Jamaludin (petugas kebersihan) sebagai ‘Menteri Kebersihan dan Keimanan’.
Sementara Zulfahmi (loper koran Harian Pagi Pos Belitung yang memiliki kebutuhan khusus) sebagai ‘Menteri Muda Perdagangan’, Abak (pembuat kerajinan anyaman) sebagai ‘Menteri Usaha Kecil Menengah’, dan almarhum Abdul Hadi (pencipta lagu‑lagu Belitong) sebagai ‘Menteri Pendidikan dan Kebudayaan’. Khusus untuk almarhum Abdul Hadi diwakili istrinya Hj Hamisah dan Abak berhalangan hadir.
Berbeda dalam pemilihan menteri yang sebenarnya, dengan mengutamakan berbagai kualifikasi baik fisik maupun prestasi jabatan sebelumnya, di Republik Kelekak ini mengesampingkan berbagai hal tersebut.
Fithrorozi tidak melihat fisik kelima orang yang diangkat sebagai ‘Menteri Republik Kelekak’ tersebut, melainkan jiwanya dan juga semangat kerja sosok menterinya yang diperlihatkan selama ini.
“Seperti kata Wage Rudolf Supratman dalam lagu Indonesia Raya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya,” kata Fithrorozi.
Sementara itu bedah buku karangan Fithrorozi secara singkat dipandu oleh Paryanta. Hadir juga Rosihan Sahib, Achmad Hamzah dan Rahini Ridwan sebagai panelis.
“Fithrorozi mampu menghadirkan apa yang terjadi sekarang tetapi dengan setting zaman dulu,” kata Basri, seorang peserta bedah buku.
Sementara itu Rahini Ridwan mengatakan, buku Ngenjungak Republik Kelekak memiliki dua aspek positif yaitu aspek kebahasaan dengan mengangkat kembali Bahasa Belitong dan aspek budaya yang mengangkat kearifan-kearifan lokal.
Terjual 100 Buku
Dalam launching buku Ngenjungak Republik Kelekak tersebut panitia juga menyediakan buku untuk peminat dengan harga Rp 50.000/eksemplar. Sebagian hasil penjualan buku pada hari pertama launching tersebut akan di donasikan kepada tokoh-tokoh inspiratif dalam buku tersebut, diantaranya para menteri yang dilantik saat launching tersebut.
Dan pada saat launching buku yang ditulis oleh staf pada Bappeda Kabupaten Belitung ini, telah terjual 100-an buku. Para peminat buku tersebut merupakan para tamu undangan dalam acara launching tersebut.
“Sudah sekitar seratusan buku yang laku,” sebut Ami, Koordinator penjualan buku Ngenjungak Republik Kelekak dalam acara launching buku kepada harian ini, Sabtu (12/2) disela-sela acara.
Walaupun acara launching baru dibuka namun banyak buku yang telah terjual, karena banyak diantara tamu yang memborong buku tersebut diantaranya instansi pendidikan. Mereka membeli buku tersebut saat memasuki ruangan launching.
“Tadi ada yang beli banyak dari sekolah, mungkin untuk pembelajaran,” lanjut Ami. (vid/k7)
http://www.posbelitung.com/buku-republik-kelekak-diluncurkan.html
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG ‑ Buku Ngenjungak Republik Kelekak karya Fithrorozi akhirnya resmi diluncurkan di Gedung Serba Guna Pemkab Belitung, Sabtu (12/2). Selain peluncuran buku, dalam acara ini juga dilakukan bedah buku karangan Fithrorozi tersebut.
Hadir dalam peluncuran dan bedah buku karangan Fithrorozi ini antara lain Bupati Belitung H Darmansyah Husein, Wakil Bupati Belitung H Sahani Saleh, mantan Bupati Belitung Isyak Zainuddin, Sekda Kabupaten Belitung Abdul Fatah serta undangan.
Buku ini berisikan kumpulan cerita pendek yang biasa terbit di Harian Pagi Pos Belitung setiap hari Minggu dalam rubrik Ngenjungak. Isinya memuat 84 cerita pendek yang dikelompokkan menjadi beberapa tema, antara lain Mergige, Ngenangkan Suke Idup de Kampong, Beguru kan Alam, Teraling, dan sebagainya.
Peluncuran ditandai dengan prosesi nyingkapkan langse (menyibakkan tirai‑red) oleh Bupati Belitung H Darmansyah Husein dan Fithrorozi.
“Saya sangat mengapresiasi buku ini. Mudah‑mudahan buku Ngenjungak Republik Kelekak ini menjadi dokumentasi penting dan pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya generasi muda. Dan mudah-mudahan menjadi inspirasi orang Belitung,” kata H Darmansyah Husein dalam sambutannya.
Peluncuran buku juga diramaikan dengan prosesi ‘pelantikan Menteri Republik Kelekak’ oleh Ketua Lembaga Adat Belitong H Sjahroelsiman. Adapun ‘menteri’ Republik Kelekak adalah Kik Manggong (penjual kerajinan Belitong dengan bersepeda sejak puluhan tahun lalu) sebagai ‘Menteri Koordinator Kesejahteraan’, Jamaludin (petugas kebersihan) sebagai ‘Menteri Kebersihan dan Keimanan’.
Sementara Zulfahmi (loper koran Harian Pagi Pos Belitung yang memiliki kebutuhan khusus) sebagai ‘Menteri Muda Perdagangan’, Abak (pembuat kerajinan anyaman) sebagai ‘Menteri Usaha Kecil Menengah’, dan almarhum Abdul Hadi (pencipta lagu‑lagu Belitong) sebagai ‘Menteri Pendidikan dan Kebudayaan’. Khusus untuk almarhum Abdul Hadi diwakili istrinya Hj Hamisah dan Abak berhalangan hadir.
Berbeda dalam pemilihan menteri yang sebenarnya, dengan mengutamakan berbagai kualifikasi baik fisik maupun prestasi jabatan sebelumnya, di Republik Kelekak ini mengesampingkan berbagai hal tersebut.
Fithrorozi tidak melihat fisik kelima orang yang diangkat sebagai ‘Menteri Republik Kelekak’ tersebut, melainkan jiwanya dan juga semangat kerja sosok menterinya yang diperlihatkan selama ini.
“Seperti kata Wage Rudolf Supratman dalam lagu Indonesia Raya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya,” kata Fithrorozi.
Sementara itu bedah buku karangan Fithrorozi secara singkat dipandu oleh Paryanta. Hadir juga Rosihan Sahib, Achmad Hamzah dan Rahini Ridwan sebagai panelis.
“Fithrorozi mampu menghadirkan apa yang terjadi sekarang tetapi dengan setting zaman dulu,” kata Basri, seorang peserta bedah buku.
Sementara itu Rahini Ridwan mengatakan, buku Ngenjungak Republik Kelekak memiliki dua aspek positif yaitu aspek kebahasaan dengan mengangkat kembali Bahasa Belitong dan aspek budaya yang mengangkat kearifan-kearifan lokal.
Terjual 100 Buku
Dalam launching buku Ngenjungak Republik Kelekak tersebut panitia juga menyediakan buku untuk peminat dengan harga Rp 50.000/eksemplar. Sebagian hasil penjualan buku pada hari pertama launching tersebut akan di donasikan kepada tokoh-tokoh inspiratif dalam buku tersebut, diantaranya para menteri yang dilantik saat launching tersebut.
Dan pada saat launching buku yang ditulis oleh staf pada Bappeda Kabupaten Belitung ini, telah terjual 100-an buku. Para peminat buku tersebut merupakan para tamu undangan dalam acara launching tersebut.
“Sudah sekitar seratusan buku yang laku,” sebut Ami, Koordinator penjualan buku Ngenjungak Republik Kelekak dalam acara launching buku kepada harian ini, Sabtu (12/2) disela-sela acara.
Walaupun acara launching baru dibuka namun banyak buku yang telah terjual, karena banyak diantara tamu yang memborong buku tersebut diantaranya instansi pendidikan. Mereka membeli buku tersebut saat memasuki ruangan launching.
“Tadi ada yang beli banyak dari sekolah, mungkin untuk pembelajaran,” lanjut Ami. (vid/k7)
http://www.posbelitung.com/buku-republik-kelekak-diluncurkan.html
Kamis, 03 Maret 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
Welcome to Campur Aduk
Yah, hanya sekedar Blog kecil dari orang yang (mungkin tidak) berpendidikan... hahaha
Semoga bermanfaat... ^^
Semoga bermanfaat... ^^


